Hutang

Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya:

Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkan kehinaan di siang hari.”
~ Riwayat al-Baihaqi ~

Huraian
Pengajaran hadis:

  1. Strategi pengawalan perbelanjaan adalah bergantung pada kesesuaian dan keperluan tertentu seseorang atau sesebuah keluarga. Pepatah ada mengatakan “ Beringat sebelum kena, berjimat sebelum habis”.
  2. Seharusnya setiap individu mengamalkan sifat ‘qanaah’ iaitu bersyukur dan redha dengan apa yang ada serta memastikan bahawa keperluan tidak melebihi kemampuan.
    Amalkan sikap berjimat cermat dan membuat simpanan (tabungan) bagi mencapai keselamatan ekonomi kerana orang yang mengamalkan sikap tamak dan boros sehingga sanggup berhutang bukan sahaja boleh meningkatkan inflasi malah membawa kemuflisan dan kepapaan.
  3. Hutang wajib dibayar sesuai dengan waktu yang dijanjikan iaitu tidak menangguh-nangguhkannya. Adalah dikira berdosa bagi orang yang tidak mahu membayar hutangnya dengan sengaja walau bagaimana kecilpun hutang tersebut.
    Hal ini termasuk juga hutang yang berlaku dengan orang yang bukan Islam serta seseorang yang berhutang tetapi telah meninggal dunia dan belum sempat membayar hutangnya. Maka ahli waris si mati hendaklah berusaha untuk melangsaikannya.
  4. Islam selaku agama yang sempurna telah menyusun beberapa langkah mengenai proses berhutang di mana hutang yang dibuat hendaklah dicatat jumlah dan masa pembayarannya serta dilantik seorang penulis yang adil sebagai saksi. Ia bertujuan untuk mengelak dari sebarang penipuan dan penganiayaan.
  5. Sesungguhnya melepaskan hutang orang menghutangi kita adalah suatu perbuatan yang mulia. Ganjaran yang besar menanti iaitu berupa naungan Arasy di akhirat kelak.

Sumber : Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

Trackbacks Comments
  • Nur Iftitah:

    Ada ura-ura mengatakan pihak tertentu ingin menghapuskan hutang penghutang-penghutang PTPTN. Jika ia berlaku, mengikut hukum, adakah hutang itu sudah betul-betul telah dilangsaikan bagi pihak saya?

  • Dr MANDANG MICHAEL:

    Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Leave a Comment